Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 13:29:55【Tempat Makan】979 orang sudah membaca
PerkenalanSejumlah siswa saat menjalani perawatan medis usai dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan di

Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam
Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Selasa, membenarkan kejadian tersebut dan menduga kejadian ini disebabkan oleh konsumsi menu soto ayam yang disajikan untuk para siswa.
“Benar hari ini ada kejadian tersebut. Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan siang di sekolah.
Baca juga: Anggota DPR: Buat peta produksi guna hindari kekosongan stok bahan MBG
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, petugas medis kemudian mengevakuasi seluruh siswa ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan.
Eni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, terdapat 13 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani observasi di puskesmas untuk memastikan ngak ada gejala lanjutan.
“Hari ini yang tujuh siswa masih dirawat hanya untuk pemantauan. Kondisinya sudah cukup stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tim Dinkes bersama aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan kelayakan fasilitas pengolahan.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
“Hasil sidak menunjukkan dapur dalam kondisi bersih, administrasi lengkap, dan sesuai dengan standar SLHS. Bahkan saya dan Kapolresta sempat mencicipi makanan yang disajikan,” katanya.
Menurut dia, sampel makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat.
Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang dirawat, serta berkoordinasi dengan penyedia makanan agar kejadian serupa ngak terulang.
“Semoga ngak ada laporan tambahan. Untuk sementara kasus hanya terjadi di satu sekolah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Suka(1)
Artikel Terkait
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
- DPRD Banjarmasin desak SPPG tingkatkan higienitas cegah keracunan MBG
- BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG
- Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2
- Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
- Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
Resep Populer
Rekomendasi

KKP ungkap upaya atasi Cs

Pegawai Federal AS antre bantuan makanan saat shutdown

Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen

Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat

Pentingnya nutrisi untuk ongak pada pemulihan stroke

DPR ingatkan Kemenhan agar gandeng BPOM distribusi vitamin ke SPPG